Assalamualaikum Saudara dan Saudari ku...

Salam sejahtera untuk kita semua....
Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah S.W.T.....Amin

Senin, 05 Januari 2015

Artikel : HMM...MENIKAH ATAU KULIAH YA..?



Menikah dikala kuliah enak gak ya? Setelah capek, berkutat dengan buku-buku, 'killer'-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa segar lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, wah...Wati du ra iu maki eee !!!
Tapi ada juga yang sebaliknya, lho! Udah capek di kampus, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis, wah...kaya' ginian sepet nih. Belum lagi saat tibanya masa ujian semester, wuaah, hiks...hiks...jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara ya.
Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian 'berani menikah' dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya...itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! Jadi bingung deh! Masalahnya cinta tak kenal waktu lho, ia hadir begitu saja, gak peduli dengan status kita sebagai mahasiswa.
Ada pula contoh kasus lain, aktivis dakwah kampus, karena 'dipanas-panasin' ama sesama aktivis, berani menikah, prestasi kuliah pun bagus, namun futur di jalan dakwah. Lainnya, belum berani menikah dengan alasan menikah akan mengganggu kuliah dan aktivitas dakwah. Hmm...bingung ya. Duh...cinta...cinta, kok gak tau sih kalau saya masih kuliah! Nikoniko (smiles)
Ikhwah fillah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...
Masalah-masalah di atas bukan hanya terjadi pada antum saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah atau setelah selesai kuliah baru menikah. Atau lagi, berdakwah melalui cara menikah atau lebih mudah berdakwah dengan tidak menikah terlebih dahulu.
 Buat 'kalangan atas', kaidah fiqih ini sering digunakan juga dikalangan aktivis dakwah yang hendak menikah lagi (ta'addud atau poligami). Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, disamping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini 'pembicaraan kalangan atas', lha 1 aja belum ada, udah bicara ta'addud. he...he...
Wah...akhwat bisa sensitif nih! Kalem...kalem...Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kuliah kok, belum ta'addud-ta'addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru deh. Glek!
Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah (juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M) menjelaskan tentang menikah ini.
Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah (rangkuman) dari pandangan ulama diatas, yaitu:

1.  MENIKAH HUKUMNYA WAJIB
Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
-     Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
-     Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
-     Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.

2.  MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT
Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut:
-     Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
-     Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
-     Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya (atau merasa aman) dari perzinahan.
3.  MENIKAH HUKUMNYA HARAM
Wuah...menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah:
-        Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
-        Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
Kalau emang kondisinya kaya' gini, maka yang mesti dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.

4.  MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH
Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah:
-     Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
-     Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
-     Pihak wanitanya menerima kondisi ini.

5.  MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH
Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.

N
ah... sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-bedakan…
Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm...mikir-mikir!
Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah...ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila antum pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?
Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat (kedua), namun sebaliknya, yaitu makruh (keempat). Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas 'hanyalah' sunnat.
Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a'lam.
Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh (keempat), namun ada akhwat yang mengajak menikah, ehm...ehm...bahkan akhwat itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, iih...Neo Ade (senang banget), maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu.
Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para ikhwan untuk berpegang pada sifat rujulah (kejantanan), jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak akhwat. Bukan gak percaya pada jaminan akhwat lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, ikhwan itu kan calon 'qowwam'-nya akhwat dan jundi-jundinya di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!
Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana'ah dengan keputusan menikah.
Jadi buruan merenung, mikir...mikir...kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan 'mbulet' lho, pake' alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, "Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang." [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]

Syeeerem kan! Makanya jangan pake 'mbulet-mbuletan!'
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena ada tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka; orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]
Tuh...subhanallah ya, nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah!
Selamat berjuang akhi, jangan takut mengambil keputusan kalau udah siap (walaupun antum masih kuliah), karena akhwat lebih memilih para ikhwan yang berani mengajaknya menikah untuk bersama mengharapkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala, daripada yang suka 'mbulet-mbuletan!'
Doa ana untuk kemudahan antum...
Wallahu a'lam bi showab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Sabtu, 25 Januari 2014

Cerpen : Gadis Berhati Sabar



GADIS BERHATI SABAR
Karya: Muhamad Yusuf

Dayat, begitulah sapaan si gadis cantik oleh teman-teman bahkan kedua orang tuanya. Dayat adalah anak pertama dari keempat bersaudara. Kehidupan mereka terlihat sangat sederhana dan berkecukupan. Bapaknya hanyalah seorang tukang batu biasa dan ibunya hanya pengurus rumah tangga. Namun, semua itu bukanlah penghalang bagi keluarga mereka untuk terus bekerja dan berusaha mencari nafkah untuk membiayai sekolah dan memberi makan anak-anaknya. Kebahagiaan tidak pernah terlepas dari benak mereka. Setiap hari bahkan setiap saat mereka tetap memancarkan senyuman dan kebahagiaan, yang seakan-akan tidak ada masalah apa-apa dalam kehidupan mereka.
Oleh karena ruang pekerjaan yang minim dan tuntutan hidup yang semakin hari semakin bertambah, ditambah lagi untuk membiayai dayat yang sedang kuliah, membuat kedua orang tuanya pergi merantau ke luar kota untuk mencari nafkah. Sejak saat itu, tinggallah dia bersama ketiga adik-adiknya di rumah. Semenjak bapak dan ibunya pergi merantau, segala urusan rumah dan adik – adiknya telah menjadi bagian dari urusannya. Dari menyiapkan makanan untuk adik-adiknya yang pergi sekolah sampai membersihkan rumah. Namun hal-hal yang seperti itu, bukanlah kali pertamannya yang dia lakukan. Sejak kecil pun dia selalu ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Dia adalah sosok wanita ciptaan tuhan yang begitu sabar dan selalu patuh terhadap orang tuanya.
Siang berganti malam dan bulan pun mulai memancarkan cahaya terangnya. Suara angin berhembus dengan lembut, tampak si gadis sedang duduk depan rumah dan merindukan kedua orang tuanya serta kekasihnya yang jauh di seberang lautan. Dia terdiam dan tersenyum dalam lamunannya, membayangkan wajah si pujaan hati yang begitu mencintai dan menyayanginya dengan tulus dan penuh cinta.
Belum begitu lama dia duduk sendirian, datanglah seorang sahabatnya bernama Anah, yang rumahnya pun tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya...
“Hey.. Yat, ko’ melamun gitu, senyum – senyum sendiri lagi,,, (sahabatnya mencoba mengagetkan dia)
“Lagi mikirin siapa sih” ??? anah bertanya
“Apa,,, lagi bayangin wajahnya si Yuda yh..??? hehehe (Lanjut sahabatnya sambil mencoba menebak apa yang ada dalam  pikiran dayat)
Dengan rasa kaget dan merasa malu terhadap sahabatnya..... Dayat pun menjawab ;
“Eh,, kamu rupanya, bikin kaget aku aja”... cetus dayat
“Hhhmm,,, iya juga sih,,, tapi ada hal lain yang sedang ku khawatirkan sahabat ku”, lanjutnya...
“Khawatir kenapa sahabat ku” ??? (Anah memotong pembicaraan dayat)
Dayat pun terdiam sejenak, wajahnya kelihatan sangat sedih dan meneteskan air mata... Anah merasa bingung dan Anah pun melanjutkan pertanyaannya...
“ Ada apa dengan mu sahabat ku ??? Apa kamu sedang ada masalah ???
“Coba deh cerita pada ku,,,, mungkin ku bisa sedikit membantu masalah mu... (Anah mencoba menenangkan sahabatnya)”...
Dengan wajah yang sedih serta dibarengi senyuman, dayat pun menjawab ;
“Begini sahabat ku”... saat ini aku sedang merindukan kedua orang tua ku,,, aku khawatir dengan keadaan mereka, apakah mereka baik-baik saja atau bagaimana...???
 “Mangnya, selama mereka pergi, mereka gak pernah menghubungi kamu” ??? Tanya anah...
Sambil mengusap air mata, dayat menjawab:
“Pernah sih, tapi itu waktu baru-baru mereka pergi saja, itupun lewat telpon genggam bibi dan sudah hampir dua bulan ini mereka tidak ada kabarnya... Aku takut mereka kenapa- kenapa sahabat ku”...
Begitu anah melihat sahabatnya yang menangis, Anah langsung membelai pundak sahabatnya sambil berkata ;
“Yang sabar yah,, sahabat ku.. aku yakin mereka juga pasti akan merindukan dan mengkhawatirkan keadaan dirimu dan adik-adik mu di sini... Mungkin mereka masih sibuk dengan pekerjaannya, sehingga mereka belum ada kesempatan untuk menghubungi mu”... (Anah mencoba memberi nasehat dan menenangkan hati dayat )
“Berdoa dan teruslah berdoa untuk mereka sahabat ku... Insya Allah mereka akan selalu ada dalam lindungan-Nya... Yang sabar yah.... (Lanjutnya... )
Dayat pun menghapus air matanya sambil tersenyum menatap wajah sahabatnya dan berkata :
“Terima kasih yah sahabat ku, engkau memang sahabat ku yang paling baik”
Anah pun mengangguk sambil berkata ;
“Iya sahabat ku,,, kalau begitu, kita pergi jalan-jalan yuk, biar ga’ jenuh dan sedih lagi...!!! Ajak Anah....
“Ayooo”.... Dayat menjawab....
Mereka pun pergi jalan-jalan sambil menikmati indahnya rembulan malam yang menghiasi  dan menerangi gelapnya malam...
Pagi yang cerah, kembali menghiasi hari yang indah. Segala aktivitas mulai dilakukan. Begitupun yang dilakukan dayat, sebelum dia pergi kuliah, dia terlebih dahulu mengurus keperluan adik – adiknya yang pergi sekolah juga. Setelah adik-adiknya berangkat sekolah, barulah dia berangkat kuliah juga. Itulah yang dilakukannya setiap hari. Hingga suatu hari, adiknya yang terakhir yang bernama Nita jatuh sakit dan demam tinggi. Diapun bingung harus berbuat apa, dia mau meminta pertolongan kepada tetangganya, tapi dia takut merepotkan orang lain. Mau menghubungi kedua orang tuanya, dia tidak memiliki handpone (Hp), sebab dia adalah sosok wanita yang sholeh dan tidak pernah sombong, apalagi memakai alat yang seperti itu. Akhirnya, dengan penuh pasrah dan tawakkal kepada Allah SWT, dia memutuskan untuk membawa adiknya ke puskesmas terdekat dengan memakai sepeda yang biasa dia gunakan untuk pergi kuliah.
Ditengah kesedihan dan kekhawatiran terhadapnya, dia tidak pernah lupa berdoa untuk kedua orang tuanya dan untuk kesembuhan adiknya. Dayat begitu bingung dan gelisah, darimana ia mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan adiknya. Ditengah kebingungannya, ternyata Allah memberikan jalan kemudahan untuknya. Biaya pengobatan adiknya yang ia pikirkan, ternyata tidak terjadi karena mendapatkan biaya pengobatan gratis. Dengan perasaan bahagia dan tak terbebani, dia pun kembali kerumah membawa pulang adiknya.
Tiga hari sudah adiknya terbaring dikasur dalam keadaan yang sedikit membaik, dan selama itu juga dayat merawat Nita dan kedua adiknya yang lain. Karena sibuk merawat dan menjaga adiknya yang sedang sakit, dia pun rela meninggalkan sekolahnya untuk beberapa hari. Namun, seorang adik yang melihat kakaknya yang sedang menengok temannya yang pergi kuliah dari arah jendela kamar, adiknya pun mencoba berbicara sama kakaknya.
“Kak, sebaiknya kakak pergi kuliah saja, Nita sudah gak apa-apa kok, lagian sekarang kan nita sudah sembuh kak”. Nita memulai pembicaraan
“Ndak apa-apa kok dek, lagian kakak gak tega tinggalin Nita sendirian di rumah,,, nanti, adik kesayangan kakak ini siapa yang jagain ? makanya, nita harus cepat sembuh yh !”... dayat menjawab dengan tersenyum dan melihat ke arah adiknya yang sedang baring dikasur“...
“Iya kak, tapi Nita sudah sembuh kok (sambil bangun dari tempat tidur), coba deh kakak cek badan Nita (mengambil tangan kakaknya dan diletakan di kepalanya), dah sembuhkan kak ?” tanya Nita
“Oh iya, alhamdulillah, ternyata adik sudah benar-benar sembuh sekarang (sambil memeluk erat adiknya). “Lain kali, nita harus jaga kesehatan yh, dan jangan mandi hujan lagi,” Dayat mencoba menasehati adiknya
“Iya kak, nita janji, nita tidak akan ulangi lagi dan nita gak akan merepotkan kakak lagi” jawab Nita
“Iya deh, sekarang, mendingan adek makan dulu yh, (sambil mengambil makanan yang ada diatas meja) biar nita bisa kuat dan tambah sembuh lagi”
“Iya kak,” jawab Nita

Beberapa hari kemudian, ketika dayat sedang cuci piring didapur, terdengar suara ketokan pintu dan ucapan salam dari depan pintu...
“Assalamualaikum” (sambil mengetuk pintu)
“Wa’alaikumsalam” sambil menuju ke depan pintu rumahnya.
Dengan perlahan-lahan dia berjalan, ternyata yang datang adalah bapak dan ibunya.
Dengan perasaan senang dan bahagia, dia pun langsung memeluk ibunya dan ikut memasukan barang-barang(bekal) yang di bawa oleh orang tuanya ke dalam rumah.
Sejak itulah, dayat disebut sebagai gadis yang sabar, soleha dan taat kepada orang tua oleh tetangga-tetangganya, teman-temannya yang di kampung maupun yang ada dikampus.

Bersabarlah dalam menghadapi setiap masalah dan janganlah jadikan masalah tersebut sebagai beban dalam hidup, tapi jadikanlah masalah tersebut sebagai jalan untuk kita melangkah menuju kedewasaan. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap ada awal pasti ada akhir. Begitu pun dengan masalah, Setiap ada masalah pasti ada jalan keluar atau penyelesaiannya...

###...Sekian... ###

Apa Bedanya Nyamuk dengan Kita "Manusia?


Apa Bedanya Nyamuk dan Kita"Manusia?
Oleh : Muhamad Yusuf

Dua malam yang lalu, seperti biasa aku duduk didepan meja belajarku. Aku ditemani pena yang menggelayut erat dalam lipatan jariku berpikir mengumpulkan hal-hal baru yang menarik dan dapat kurangkai dalam kata-kata. Ya, itulah kebiasaanku, menulis di tengah heningnya malam dan kegelapannya. Sebuah kebiasaan yang telah dipahami dengan sendirinya oleh para rekan dan keluargaku.
Belum lama aku tenggelam dalam perenunganku, dan belum sebuah masalah pun yang tergambar dalam otakku. Tiba-tiba sebuah sengatan tajam menusuk kulit telingaku, lalu pindah ketanganku.... Pikiranku buyar.. tapi ternyata kebuyaran itu membentuk sebuah hal baru yang muncul dalam pikiranku.
Seekor nyamuk telah menggangguku. Aku berusaha menepuknya, tapi sayapnya lebih cepat membawa lari mungil tubuhnya. Aku mencoba buka jendela, dan dengan cara itu ada gerombolan nyamuk lain yang langsung menerjang masuk. Kuhantam mereka dengan satu kibasan.... Luar biasa ternyata mereka mampu menghindar dengan berpencar.... Sungguh baru kali ini aku melihat ada sebuah umat yang dengan jalan berpencar dan berbeda arah malah mampu menyelamatkan kehidupannya. Mereka adalah nyamuk-nyamuk yang pandai.
Kalau begitu alangkah lemahnya manusia, yang selalu merasa paling pandai dan merasa paling kuat, bahkan merasa selalu ingin menguasai dunia ini dengan kekuatan... Padahal mereka kadang malah tertipu dengan keangkuhannya, merasa kuat, tapi untuk membunuh serangga kecil itu dengan satu kibasan saja kadang tak mampu...
Kalau manusia mau berpikir, bahwa antara manusia yang berakal, hewan yang berinsting, tumbuhan yang berkembang, ataupun benda mati yang diam semuanya tak akan ada kekuatan apapun kecuali berkat karunia ilahiyah semata. Tapi itulah yang kerap dilupakan.

AKU MENEMUKAN BEBERAPA KESAMAAN ANTARA “NYAMUK” DAN “MANUSIA”. . .
Pertama, nyamuk mencari jalan hidupnya dengan mengisap darah, namun terkadang ia berlebihan dalam isapannya sehingga kecil badannya tak mampu menampung semua hasilnya tadi. Begitupun ia terus mengisap tak mau berhenti, hingga akhirnya perutnya kembung dan hampir pecah dengan sendirinya... Sungguh ia mencari hidup melalui jalan kematian, dan mencari jalan keselamatan namun disarang bahaya.
Kalaulah boleh kita qiyaskan maka ia tak jauh beda dengan orang serakah dan pecandu narkoba, pada isapan dan hirupan pertamanya ia merasa melihat surga dan kebahagiaan, sehingga ia tertuntut untuk kedua, dan ketiga kalinya bahkan seterusnya... Hingga menjadi sebuah kedahagaan tersendiri jika ia tak mengulanginya. Sementara ia tidak menyadari bahwa kefanaan telah mengintai dirinya dengan taring-taring yang menyeringai.

Kedua, nyamuk adalah mahluk yang tak mempunyai siasat mencari hidup yang baik. Hal itu dapat kita lihat saat ia hinggap pada tubuh manusia, ia tak hinggap kecuali dengan membawa dengungan suara yang yang menandakan akan kedatangannya. Akhirnya secara otomatis tubuh yang ia hinggapi tadi akan segera menampiknya dan menggagalkan usahanya.
Kalau boleh kita qiyaskan maka ia tak lebih bagaikan seorang politikus yang bodoh, yang banyak ngoceh sana-sini, dan mengumbar statement tanpa karuan yang akhirnya statemen-statemen itu malah menghancurkanya, dan membuat musuh dapat berbuat sekehendak hati padanya, bahkan menyerangnya dengan serangan balik yang tidak ia sadari...

Ketiga, nyamuk yang dengan keringanan tubuhnya mampu hinggap di tubuh manusia dengan hampir tak terasa sedikitpun. Tapi sengatan dan gigitan yang ditimbulkan olehnya betul-betul perih dan menyakitkan.
    Ini bisa dianalogikan seperti seorang yang dengan segala senyum manisnya berusaha untuk memikiat hati orang lain, hingga saking indah dan mesranya senyum itu, kita tak mempunyai sedikit prasangka buruk kepadanya. Tapi ternyata dibalik senyum nan indah dan bersahaja itu tersimpan sejuta tujuan nan jahat bahkan sanggup mengahancurkan dan "menyengat" kita jika maksud dan tujuannnya telah tercapai.

Sabtu, 22 Juni 2013

Sebuah Renungan_Cinta Untuk Mama

Cinta untuk mama adalah cinta yang suci, yaitu rasa menyayangi dan menghormati yang sangat tulus, karena mama adalah orang yang melahirkan kita. 

Cinta mama adalah cinta yang tidak lekang oleh waktu. Pepatah mengatakan: “cinta anak sepanjang galah, cinta ibu sepanjang jalan”. Maksud dari peribahasa itu adalah betapa mama sangat mencintai anaknya hingga kapan pun dan cinta mama tidak berujung. Mama tetap mencintai anaknya walau bagaimana pun keadaan anak tersebut. Sementara cinta anak pada mamanya hanyalah sepanjang galah, atau dengan kata lain, si anak sering melawan dan membantah kepada mamanya. Cinta mama adalah naluri, yaitu cinta yang benar-benar terpatri dalam hati. 

Cinta yang seperti ini adalah menerima apapun yang dilakukan orang yang kita cintai dengan rasa tulus dan lapang dada. Ketika anak sering menyakiti seorang mama, sang mama tidak akan berkurang rasa sayangnya kepada anaknya, malahan semakin bertambah. Mama adalah pahlawan bagi kita. Pahlawan tanpa tanda jasa. Semenjak dalam kandungan, mama sudah berkorban demi hidup kita. Selama Sembilan bulan mama harus membawa kita ke mana-mana karena kita berada dalam kandungannya. Lalu ketika kita lahir, mamalah yang akan merawat kita, menyusui kita, memandikan kita, mengganti popok kita, dan lain sebagainya. Betapa sangat banyak jasa mama kepada anaknya. 

Membalas Cinta Mama 

Sebagai seorang anak, hendaknya kita menghormati kedua orangtua kita, terutama mama kita. Mama lebih besar pengorbanannya kepada kita melebihi siapa pun di dunia ini. Oleh sebab itu, kita harus mencintai mama kita agar mama kita tidak merasa menyesal karena pernah melahirkan dan membesarkan kita. 

Cara Kita mencintai Mama 

Mencintai mama adalah hal yang sebenarnya mudah, tetapi sangat sulit untuk dipraktikkan. Hal itu terjadi karena sebagai anak, kita sering sekali membangkang perintahnya. Mencintai mama dalam hal yang paling sederhana bisa dilakukan dengan cara mengikuti apa yang diperintahkannya dan mencegah apa yang dilarangnya. 

Itulah satu hal sederhana untuk mencintai mama kita. Akan tetapi, hal tersebut teraasa sangat susah kita lakukan. Ketika mama kita menyuruh kita untuk membantu apa yang dikerjakannya, hendaknya kita menurut dan melakukan apa yang diperintahkan mama kita. 

Jika mama kita melarang kita untuk tidak bermain ke luar rumah, hendaknya kita menurut, barangkali mama khawatir akan terjadi sesuatu jika kita ke luar rumah. Itu karena naluri seorang mama sangat besar. Selain itu, hendaknya kita mendengarkan nasihat-nasihat mama kita, lalu kita menjalankan nasihat tersebut. Nasihat-nasihat mama tentu saja adalah hal yang sangat baik apabila kita lakukan.

Itulah cara sederhana untuk mencintai mama kita. Cintailah mama kita sebagaimana ia mencintai kita sewaktu kita masih kecil